Showing posts with label News Bumi Anoa Kendari. Show all posts
Showing posts with label News Bumi Anoa Kendari. Show all posts

Wednesday, September 18, 2013

Nelayan Lagasa Mengadu Ke DPRD

Mengaku Diusir Nelayan "Seberang"

Info-Kendari
Nelayan Lagasa saat mengadu di DPRD Muna. Mereka mengeluhkan perlakuan kasar saat mencari ikan  diperairan selat Buton
Puluhan masyarakat Lagasa yang menggantungkan kehidupannya dari hasil laut, mendatangi gedung DPRD Muna, Senin (16/9) lalu. Mereka mengadukan sekelompok masyarakat dari Kecamatan Pasir Putih dan Pasikolaga (wilayah seberang red), yang melarang masyarakat Lagasa mencari ikan di perairan yang berhadapan dengan Desa Kolose. Pengakuan para nelayan Lagasa, mereka mendapat ancaman, penganiayaan, pengusiran sampai kapalnya dirusak oleh kelompok masyarakat dari kedua Kecamatan tersebut.

Material STNK Baru Tersedia

Material STNK Baru Tersedia

Info-Kendari
Samsat Muna, menyerahkan STNK dan BPKB kepada pemilk kendaraan, setelah beberapa lama material kartu kepemilikan kendaraan tersebut kosong.
Selama beberapa bulan terakhir, masyarakat di Kabupaten Muna yang mengurus Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKP) harus menunggu lama. Pasalnya, stok material STNK dan BPKP di kantor Samsat Muna kosong. Namun, sejak kemarin (16/9), stok material STNK dan BPKB telah sampai dan Samsat Muna mulai melakukan pendistribusian kedua jenis surat kendaraan bermotor tersebut.

Mantan Direktur BPR Keraton Jadi Tersangka

Mantan Direktur BPR Keraton Jadi Tersangka

Info-Kendari
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Keraton yang beroperasi di Kota Baubau, tengah mengalami persoalan keuangan. Itulah yang membuat Penyidik subdit II Tindak Pidana Perbankan (Tipibank) Ditreskrimsus Polda Sultra menyeriusi penyelidikannya. Saat ini mantan Direktur BPR Keraton yang bernama Deni Bastian Mandaya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Saturday, August 31, 2013

Sekretaris PAN Didakwa Pasal Berlapis

Keluarga Almarhum  Histeris

Info-Kendari
Sidang perdana, sekretaris PAN Muna Ir LM Muh Ihlas, yang didakwa sebagai tersangka penyebab kematian almarhum La Ode Amiluddin Kunsi Wakil ketua PAN, mulai digelar di Pengadilan Negeri (PN) Raha, kemarin. 

Puluhan keluarga terdakwa dan korban serta masyarakat, ikut menyaksikan jalannya sidang yang dijaga ketat oleh Kepolisian itu. Kapolsek Katobu, AKP Ogen Sairi, turut ikut mengamankan jalannya sidang.

LM Ihlas tiba di PN Raha pukul 09.00 Wita, menggunakan kendaraan tanahan Kejaksaan dibawah pengawalan Polisi. Memakai rompi berwarna hijau bertulis tahanan Kejaksaan dan kemeja dalam berwarna putih, Sekretaris PAN Muna itu, langsung digiring ke ruang tahanan di PN Raha.

Kades Watudemba Dinonaktifkan

Terkait Penyelewengan Raskin

Info-Kendari
Demo warga Desa Watudemba, Kecamatan Palangga Selatan, Konawe Sealatan atas dugaan penyelewengan beras raskin yang dilakukan kades Watudemba, di kantor bupati kemarin.
Bupati Konawe Selatan H Imran mengambil tindakan tegas. Kepala Desa Watudemba, Kecamatan, Palangga Selatan, Tasrip, yang diduga  melakukan  pelewengan beras untuk rakyat miskin (Raskin) dinonaktifkan bupati.

Penonaktifan tersebut terjawab saat massa aksi dari warga Desa Watudemba kembali melakukan desakan atas janji yang pernah diungkapkan oleh Asisten I Pemda Konsel, Sahrin Saudale.

Sunday, July 7, 2013

Pemkot Sambut Baik Penghapusan Peredaran Miras

Musadar: Secara Pribadi, Saya Mendukung Perda Pelarangan Miras secara Mutlak


Info-Kendari
Saat Kepres Nomor 3/1997 tentang Pengendalian Minuman Beralkohol masih berlaku, sejumlah tempat seperti hotel, restoran, dan diskotek dibolehkan menjualnya dengan kadar alkohol serta jumlah tertentu. Nah setelah MA menghapus Kepres tersebut, maka sudah tidak ada lagi tempat legal untuk menjual barang haram itu.
Kabarnya, pengaturan soal miras itu akan dikembalikan di kabupaten/kota dan dibuatkan dalam bentuk Perda. Meski belum ada finalisasi untuk itu, namun menarik untuk ditunggu. Lalu bagaimana Pemerintah Kota Kendari menanggapi soal itu.

Saturday, July 6, 2013

Pembunuh Tukang Ojek Menyerahkan Diri

Info_kendari
Tersangka pembunuh dan perampas sepeda motor tukang ojek bernama Hanaping di Wawotobi (20/6) lalu, akhirnya menyerahkan diri. Kapolsek Wawotobi, Iptu Jumardin menuturkan, keberadaan Hadilaa sebagai pelaku pembunuhan dan perampasan motor sebelumnya sudah terendus. Hanya saja polisi belum mau terburu-buru menetapkan tersangkanya. "Identitas pelaku sejak beberapa hari pasca kejadian sudah teridentifikasi. Kami tahu, berkat penemuan barang bukti kap motor korban oleh tetangga pelaku," ujarnya, kemarin.

Jaksa Teliti BAP Penyeludup Handak

Info_kendari
Penyidik Reskrim Kesatuan Penjagaan dan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Murhum Kota Baubau telah merampungkan berkas perkara penyeludupan bahan dasar pembuatan bom rakitan berupa amonium nitrat dan detenator. Dalam perkara tersebut polisi menetapkan satu tersangka warga Kecamatan Kadatua Kabupaten Buton bernama Wa Ode Farida (34). Kapolsek KP3 AKP La Baco melalui Kanitreskrim, Ipda Baharuddin menjelaskan BAP tersebut telah diajukan kepada jaksa penuntut umum Kejaksaan Kota Baubau setelah penyidik melengkapi dokumen hasil uji forensik di laboratorium Makassar. 

Ferry Rumbia-Kabaena Mulai Operasi

Info-kendari
Kendala para pemilik kendaraan bermotor di Rumbia yang sering kesulitan menyeberangkannya di  Kabaena, akan terjawab. Sejak Jumat (5/7) kemarin, sudah ada kapal ferry yang siap mengangkutnya ke daerah tersebut hingga menuju Mawasangka dan bahkan Baubau.
Pelayaran perdana kapal ferry dari Rumbia dilauncing. "Ada tiga Kabupaten yang akan dilalui kapal penyeberangan itu, dari Bombana menuju Mawasangka (Buton) dan Kota Baubau," kata Kepala Dinas Perhubungan Bombana, Syafiuddin Kube.

IDI Harus Sanksi Spesialis Berotak Bisnis

Info-Kendari
    Komisi III DPRD Muna mendesak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sultra untuk memberikan sanksi kepada dokter spesialis yang melakukan praktik bisnis di RSUD Muna. Rekomendasi itu diputuskan setelah komisi pimpinan La Ode Saera itu menggelar dengar pendapat dengan manajemen RSUD Muna, di kantor DPRD, Kamis (5/7) kemarin. Sebelumnya, pelayanan dokter ahli yang menarik tarif mahal, memang sudah sering dikeluhkan. 
Dokter ahli yang melakukan pemeriksaan terhadap pasien, memberikan resep obat paten yang ditebus di apotik milik mereka atau mitranya dengan harga mahal. Padahal di RSUD memiliki apotik sendiri. Anggota Komisi III, Natsir Ido mengatakan, rekomendasi DPRD yang disampaikan ke IDI Sultra untuk memberikan efek jera agar kembali pada hati nurani oknum dokter ahli yang melakukan praktek "bisnis" di RSUD. "Tidak ada perubahan sikap dari dokter ahli. Dewan akan merekomendasikan ke IDI, untuk memberikan efek jera," tegasnya.